
Impian rakyat Indonesia untuk memiliki mobil murah dan ramah lingkungan (low cost & eco car) harus tertunda. Pasalnya realisasi produksi mobil murah tersebut dipastikan bakal molor dari rencana semula tahun 2011. Hingga saat ini aturan terkait kegiatan produksi mobil murah tersebut belum juga dirampungkan pemerintah yang seharusnya selesai pada Desember 2009 ini.
Padahal menurut para industriawan di sektor otomotif, diperlukan paling tidak waktu dua tahun untuk memproduksi mobil baru. Artinya jika aturan main sudah bisa dirampungkan pada Desember 2009, maka 2011 Indonesia sudah bisa memproduksi low cost & eco car.
Hingga saat ini sudah ada tiga pabrikan otomotif di Indonesia yang menyatakan berminat untuk memproduksi mobil tersebut. Mereka adalah, Toyota, Daihatsu, dan Suzuki. Ketiga produsen tersebut baru bisa melakukan kegiatan produksi saat ada kepastian dari prinsipal ketika pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan acuan peraturan yang jelas dan sah. Kalau peraturannya saja masih belum jelas, maka belum akan ada mobil murah dalam waktu dekat.
Sementara itu Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Departemen Perindustrian (Depperin), Panggah Susanto menjelaskan, program mobil murah ini sebenarnya sudah masuk dalam program 100 hari kerja tapi realisasinya agak sulit.
“Draf sebenarnya sudah sangat matang, artinya tak perlu lagi ada revisi, dan kita sudah mengirimkan ke Menko (Menteri Kordinator Perekonomian). Sekarang yang menjadi lama itu proses interdeptnya, kita harus menjelaskan satu-satu ke departemen terkait mengenai peraturan ini. Kayanya Desember sulit kelar, mungkin paling cepat kuartal pertama 2010 baru bisa keluar,” ujar Panggah.
Dalam draf peraturan produksi mobil murah yang sudah dirumuskan Depperin, disebutkan beberapa poin di dalamnya. Pertama, mobil itu mengonsumsi bahan bakar 22 km/liter (untuk bensin). Kedua, mobil ini harus mengusung mesin di bawah 1.400 cc, ketiga harga yang ditawarkan harus berkisar di level Rp 70 juta ke bawah.
Untuk menstimulasi agar prinsipal otomotif dunia tertarik memproduksi mobil tersebut di Indonesia, pemerintah menawarkan insentif baru berupa penghapusan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Tujuannya, agar produsen bisa memiliki margin yang lebih besar sekaligus memiliki harga yang kompetitif bagi konsumen di pasar otomotif nasional.
Produksi Mobil Murah Tertunda
Desember 22, 2009 oleh Teknomotif
Ditulis dalam kabar pasar | Bertanda produksi mobil murah | Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan Balasan Cancel reply
-
Komentar Terakhir
-
Blog Stats
- 58,348 hits
Blogroll
- Astra Honda
- Baban Cerdas
- Detik Forum
- Detik Otomotif
- Detik Sport
- Dunia Bengkel
- Honda Global
- Honda Prospect
- Honda Vario
- Honda Vario Bandung
- Klub Honda Jazz
- Klub Yamaha
- Kompas
- Komunitas Jupiter
- Komunitas Kymco
- Komunitas Megapro
- Komunitas Tiger
- Kontes Oto
- Lowongan Kerja
- Merah Putih
- Mio Bandung
- Mio Jakarta
- Mio Jakarta2
- Mio Maniak
- Motor Plus
- Okezone
- Penggemar Kawasaki
- Raju
- Satria
- Serge
- Suzuki
- Suzuki Owner
- Thunder
- Tiger Depok
- Tiger Jakarta
- Tiger Surabaya
- Triatmono
- Wartawan Otomotif
- WordPress.com
- WordPress.org
- YAMAHA
- Yamaha Global
- Yamaha Riders
- Yamaha RXZ-RZR
- Yamaha Vixion