
Pertumbuhan kendaraan roda dua atau sepeda motor di Indonesia dalam enam tahun belakangan ini sangat fantastis. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pada 2005, jumlah motor mencapai 33,193 juta unit. Pada 2006, jumlahnya mencapai 35 juta unit atau 70 persen dari populasi seluruh kendaraan. Pada 2008, diperkirakan mencapai 50 juta unit atau lebih dari 75 persen dari total kendaraan.
Uniknya, sebanyak 70 persen dari pemilik sepeda motor di Indonesia tidak mengerti atau paham mengenai keaslian, kualitas, dan harga suku cadang sepeda motor. Mereka umumnya memilih jenis dan merek onderdil berdasarkan rekomendasi, montir, pemilik toko, ataupun teman yang dianggap mengerti masalah motor. Artinya, konsumen sebetulnya tidak tahu apakah uang yang mereka keluarkan sebanding dengan kualitas barang yang didapatkan.
Berangkat dari kondisi itulah sejumlah pengusaha muda mendirikan AMX Motor yang menawarkan konsep swalayan untuk kebutuhan suku cadang dan aksesori motor yang nyaman dan aman. Konsep yang ditawarkan itu, termasuk memberikan informasi seputar produk. Pelanggan diperbolehkan melihat, mempelajari, dan bertanya tentang setiap produk. Setiap produk pun sudah diberi label mengenai level kualitas dan harganya.
Mereka optimistis dengan besarnya permintaan pasar, sehingga langsung membangun 30 minimarket onderdil motor di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Depok secara serempak. Menurut salah satu pendiri AMX, Rocky Sugih, pihaknya membangun kemitraan dengan 80 usaha kecil menengah (UKM) yang selama ini menjadi produsen onderdil berkualitas. AMX juga menjalin kemitraan dengan ratusan bengkel, termasuk dalam mengedukasi konsumen. Tahun ini jumlah bengkel resmi yang dikelola agen tunggal pemegang merek (ATPM) tercatat 10.321 unit, sedangkan bengkel nonresmi 30.251 unit.
Pihaknya siap menanamkan modal senilai Rp 800 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membuka 1.000 toko berkonsep swalayan pada tahun depan. “Orang bilang nekat. Tapi, kami yakin dengan potensi pasar yang ada,” tegasnya.
Diminati Konsumen
Ia yakin bisnis onderdil dengan konsep pasar modern itu diminati konsumen. Sebagai gambaran, pada 2007, nilai penjualan suku cadang dan aksesori motor mencapai Rp 3 miliar. Dari jumlah itu, total penjualan komponen di pasar ritel mencapai 60-70%.
Secara keseluruhan, komponen yang dianggap paling laris adalah komponen jenis fast moving, seperti kanvas rem, oli, rantai roda, busi, filter oli, filter udara, pelat kopling, kopling set, dan shock breaker. Sebanyak 80% bisnis onderdil didominasi jenis ini.
Hingga akhir Juni 2009, AMX berharap sudah memiliki 30 cabang usaha dengan estimasi investasi senilai Rp 24 miliar. “Satu unit toko diperkirakan akan memakan biaya investasi total sekitar Rp 800 juta, beserta produk dan bangunannya,” kata Direktur AMX, Angelica Lie. Pihaknya berharap bisa membuka 100 toko dengan merambah daerah baru di wilayah Jawa Timur hingga akhir 2009.
I consider, what is it ?a lie.