Feeds:
Tulisan
Komentar


Tahun 2010 pasar otomotif khususnya di segmen niaga dihantam krisis global yang berakibat turunnya penjualan hingga 50 persen. Namun segmen pick up kabin ganda (double cabin), angka penjualan diselamatkan oleh transformasi perilaku konsumen.
Dalam lima tahun terakhir, jenis kendaraan ini terus menyedot perhatian publik dengan pilihan model yang kian ramai.
Para pemain di segmen ini adalah Ford Ranger, Mistubishi Strada dan Strada Triton, Toyota Hilux, Mazda BT-50 dan Isuzu D-Max. Belakangan produsen pick up kabin ganda justru dirancang dengan lebih halus, cantik, menarik dan elegan. Istilahnya, bisa buas dan garang di medan offroad, tapi lembut di jalan protokol.
Jika awalnya pick up kabin ganda dilihat dari sisi fungsional, sekedar alat angkut yang andal, kini bertransformasi menjadi penunjang gaya hidup kaum metropolis. Itu dibuktikan dengan meningkatnya rasio penjualan konsumen pribadi alias retail meningkat tajam ditengah lesunya penjualan fleet yang menyasar konsumen korporasi.
Hal itu diungkapkan Direktur Pemasaran Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB), Rizwan Alamsyah saat peluncuran New Strada Triton 2010 di Jakarta, Selasa (8/12). Menurut Rizwan saat ini, porsi konsumen perorangan naik menjadi berkisar 30-40 persen dibandingkan sebelumnya yang hanya berkisar 10-15 persen dari total penjualan pick up kabin ganda.
“Produk kami, Strada Tritton sudah menjadi gaya hidup, yakni city use (penggunaan dalam kota) terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Saat ini porsinya sudah mencapai 30% dari total penjualan. Kini pick up double cabin bukan lagi mementingkan unsur fungsionalitasnya tapi juga sebagai kendaraan lifestyle,” ujar Rizwan.
Hal yang sama dikemukakan secara terpisah oleh Manajer Komunikasi Ford Motor Indonesia, Cepi S Husada saat dihubungi SP, Rabu (9/12) maupun Kepala Humas PT Toyota Astra Motor (TAM), Rouli Sijabat. Menurut Cepi, untuk Ford Ranger, saat ini porsi konsumen perorangan sudah mencapai 60 persen dari total penjualan.
Lebih lanjut Cepi mengatakan, tahun ini pihaknya diuntungkan oleh pembelian besar-besaran oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang membeli lebih dari 1.000 unit Ford Ranger untukkendaraan operasionalnya. Jumlah tersebut setara dengan 25 persen dari penjualan Ford Ranger tahun ini yang diproyeksikan mencapai 4.200 unit sepanjang tahun ini.
Total penjualan pick up kabin ganda tahun ini diperkirakan mencapai 11.800 unit hingga akhir tahun atau turun sekitar 30 persen dari total penjualan tahun lalu. Dari jumlah tersebut, KTB mengklaim menguasai 45% pangsa pasar atau bisa menjual sekitar 5.300 unit sepanjang tahun ini. Selanjutnya Ford Ranger siap membuntuti dengan proyeksi penjualan sebanyak 4.197 unit atau meraup pangsa pasar sebesar 35 persen.
Sedangkan TAM mengaku sanggup menjual Toyota Hilux sebanyak 1.211 unit hingga akhir tahun atau menguasai pangsa pasar 10,3 persen dari total pasar nasional. Mereka bersaing ketat dengan Mazda yang mengandalkan BT-50 yang tahun ini diperkirakan bisa meraup penjualan 944 unit atau sekitar delapan persen dari total pasar pick up kabin ganda.
Menurut Rouli, sebagai pemain baru di segmen ini, penjualan Hilux sebanyak itu cukup menjanjikan mengingat mereka baru masuk ke segmen itu akhir 2008 lalu. Pihaknya optimis tahun depan porsi penjualan mereka bakal lebih tinggi dengan gencarnya penetrasi yang akan mereka lakukan.
“Kita lihat saja nanti, kami akan lebih berbenah mengingat pasar di segmen ini sangat menjanjikan,” ujar Rouli kepada SP, Rabu (9/12).

New Strada Tritton
Sementara itu guna menghadapi persaingan keras tahun depan, KTB sudah mengambil ancang-ancang dengan meluncurkan New Strada Tritton dan menambahkan satu varian baru, yaitu GLS-AB, Selasa (8/12). Kini New Strada Triton terdiri atas enam varian, yaitu Single Cab–GLX, Double Cab–GLX, Double Cab–GLS, Double Cab–GLS AB, Double Cab–Exceed M/T, dan Double Cab–Exceed A/T.
“Persaingan double cabin (d-cab) 4×4 di tanah air semakin ketat apalagi dengan banyaknya merek yang juga ingin bemain di segmen ini. Saya yakin dengan penambahan varian baru GlS-AB dan wajah baru New Strada Triton 2010 akan mendapatkan sambutan yang hangat dan kami yakin mobil ini masih akan menjadi leader di kelasnya,” ujar Presiden Direktur PT KTB Fumio Kuwayama.
Sejumlah perubahan seperti penambahan perangkat Airbag dan ABS (Antilock Brake System) serta perubahan tampilan eksterior terlihat pada varian baru tersebut. Perangkat kenyamanan dan keamanan yang ditampilkan varian baru tersebut nampaknya sejalan dengan strategi pasar mereka yang ingin mendekati pasar perorangan. KTB berusaha mempertahankan dominasi pasarnya dengan mendorong pandangan konsumen terhadap mobil jenis ini ke arah gaya hidup.
KTB sepertinya cukup percaya diri untuk mempertahankan dominasi pasar mereka dengan mengandalkan citra mobil tersebut yang memiliki basis yang sama dengan Pajero Sport. Menurut Rizwan, Pajero selama bertahun-tahun ditempa dan dikembangkan di dunia reli khususnya reli Paris-Dakkar yang ganas.
“Kami beruntung memiliki laboratorium alam di Paris Dakkar selama bertahun-tahun, sehingga kami yakin konsumen lebih memercayai produk kami,” ujarnya.
Namun klaim Rizwan harus dibuktikan di tahun 2010 nanti. Yang jelas, persaingan bakal lebih sengit mengingat semua produsen yang bermain di segmen ini sudah mengambil ancang-ancang untuk menghadapi persaingan di tahun macan nanti.


Tampaknya jelang tutup tahun ini menjadi bulan yang kurang beruntung bagi para pabrikan mobil Jepang. Setelah Toyota menarik atau recall dalam jumlah besar, kini giliran Nissan Motor Co. Jumlah yang ditarik cukup besar, yakni 345.000 unit di Jepang. Demikian dilaporkan NMC seperti dikutip kantor berita AP.
Juru bicara Nissan, Mitsuru Yonekawa, mengatakan bahwa kendaraan yang ditarik adalah Elgrand (MPV), Serena (MPV), dan Cefiro (sedan). Menurutnya, hampir 92 persen dari total penarikan berjumlah 345.306 unit itu dipasarkan di Jepang. Sisanya tersebar di Asia dan luar negeri untuk Cefiro atau Maxima.
Penarikan dilakukan karena ada dua bagian yang dinilai bekerja kurang sempurna. Bagian tersebut berupa penunjuk indikator bahan bakar dan sistem rem. Sayang, tahun produksi tak disebutkan.
Menteri Perhubungan Jepang mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan mengenai kecelakaan akibat dua komponen tersebut. Menurut Menteri, masalah pada rem bisa saja akibat karat sehingga tidak bekerja.
Berarti, tahun ini Nissan sudah dua kali melakukan penarikan. Yang pertama terjadi pada Oktober lalu sebanyak 140.000 unit. Penarikan itu untuk wilayah pemasaran Amerika.


Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Asatra Motor (TAM), kembali dipilih sebagai CEO terbaik di Indonesia. Kali ini khusus untuk perusahaan yang bergerak di sektor otomotif. Penghargaan tersebut diberikan semalam oleh majalah Warta Ekonomi untuk CEO Idaman 2009 di bidang otomotif.
Adapun Johnny berhalangan hadir pada acara yang diselenggarakan di Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, tersebut. Pada Agustus lalu, Johnny juga dinobatkan sebagai The Best CEO 2009 oleh majalah SWA dengan nilai nyaris sempurna. Johnny Darmawan dipilih kembali sebagai CEO Idaman Terbaik Otomotif 2009.

Best CEO 2009
Sebagai Best CEO awal 2009 lalu, Bos Toyota Astra Motor ini berhasil memperoleh nilai overall index (OI) 99,04, yang artinya nyaris sempurna di atas nominasi lainnya.
“Ada beberapa elemen yang menjadi penilaian ini, apakah dia pemimpin yang benar, seorang perintis, penyelaras, pemberdaya, dan sebagai panutan. Aku merasa bahagia karena orang lain masih menyenangi aku. Berarti, tindakan yang aku lakukan ini benar,” ujar Johnny Darmawan kala itu.
Penghargaan tersebut merupakan hasil survei yang digelar Majalah SWA bersama Synovate dan Dunamis. Pria kelahiran 1 Agustus 1952 ini berhasil mengungguli Stanley Setia Atmadja dari Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira) di posisi kedua dengan skor 96,41, dan ketiga Suwito Anggoro dari Chevron Pacific Indonesia (95,30).
Salah satu yang menarik adalah, penghargaan itu diperoleh Johnny ketika perekonomian Indonesia tengah terimbas krisis keuangan global di awal tahun 2009, yang menuntut kepemimpinan lebih dalam mengatasi situasi seperti ini.
“Dalam bekerja, aku selalu berpegang pada filosofi, aku tidak sempurna, aku bukan Superman, dan lebih mengutamakan kerja tim. Selain itu, hanya orang lain yang bisa menilai diri kita, dan terakhir berserah diri kepada Tuhan, ini saja modal saya,” ungkapnya.
Survei tersebut dilakukan selama periode September 2008-Mei 2009. Setelah tiga besar di atas, posisi keempat dalam The Best CEO 2009 adalah Handaka Santosa (Manggala Gelora Perkosa), Johnny Swandi Sjam (Indosat Tbk), Norio Ota (Nissan Motor Indonesia), Martin Gray King (HM Sampoerna Tbk). Adapun di urutan kedelapan adalah Wachid Usman (Timah Tbk), posisi kesembilan Djoko Pranoto (United Tractors Tbk), dan kesepuluh Hasnul Suhaimi (Excelcomindo Pratama Tbk).

Memasuki penghujung tahun 2009, konsumen mobil dan sepeda motor di Indonesia cenderung menunda pembelian mobil atau motor. Hal itu terlihat dari menurunnya penjualan sepeda motor nasional pada November 2009 yang turun 11 persen menjadi 546.177 unit dari posisi bulan sebelumnya 613.979 unit.
Meski sejumlah produsen otomotif mengakali dengan meluncurkan produk baru atau produk facelift, namun tren tersebut kemungkinan bakal terus berlanjut hingga akhir Desember 2009. Dengan dikatakan pengamat otomotif Rudi Kurniadi saat dihubungi penulis.
“Ini merupakan siklus tahunan yang memang biasa terjadi di pengujung tahun. Konsumen lebih suka menunggu hingga awal tahun untuk menunggu keluarnya produk baru selain alasan tahun pembelian yang lebih muda ketimbang membeli di akhir tahun,” ujar Rudi.
Berdasarkan data yang diterima, secara keseluruhan Honda masih memimpin penjualan motor nasional dengan angka 253.000 unit. Sementara itu di posisi kedua, Yamaha mengantongi 249.364 unit, diikuti Suzuki 39.367 unit, dan Kawasaki 4.446 unit.

Fenomena berbeda dilakukan sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) menjelang berakhirnya tahun 2009 ini. Jika umumnya ATPM menunda peluncuran produk barunya hingga awal tahun, kali ini mereka justru meluncurkan mobil baru pada akhir tahun.
Sedikitnya ada lima mobil baru yang dipasarkan menjelang berakhirnya tahun kerbau ini. Mobil-mobil baru itu adalah Toyota Avanza Matic 1.300 cc, Daihatsu Xenia Matic 1.300 cc, sedan hatchback Mazda 2, dan yang paling gres diluncurkan adalah edisi khusus Daihatsu Luxio dan Daihatsu Terios, Kamis (3/12) lalu.
Langkah PT Astra Daihatsu Motor (ADM), PT Toyota Astra Motor (TAM), dan Mazda Indonesia itu kemungkinan untuk mendongkrak penjualan mereka setelah sempat melempem pada bulan September hingga November 2009. Maklum saja, gempuran para pemain baru cukup merepotkan mereka, sehingga diperlukan strategi pemasaran khusus guna menghadapinya.
Langkah paling nyata adalah peluncuran saudara kembar Avanza dan Xenia bertransmisi otomatis pada pertengahan November lalu. Mobil jenis low MPV atau mobil keluarga itu diluncurkan untuk menghadapi para pesaing baru yang cukup agresif meski segmennya berbeda seperti Proton Exora dan Honda Freed. Meski kedua mobil terakhir itu berada di kelas yang lebih tinggi, namun sedikit banyak memengaruhi penetrasi pasar di kelas low MPV ataupun segmen yang ditempati oleh Luxio.
Pihak ADM seperti diungkapkan Direktur Pemasarannya, Amelia Tjandra, membantah dikeluarkannya produk-produk baru itu untuk mempertahankan diri dari gempuran lawan.
Menurut Amelia, produk-produk baru tersebut lebih tepat disebut tes pasar menjelang masuk ke tahun 2010.
Jika mobil-mobil tersebut disukai pasar, maka itu akan menjadi acuan mereka menghadapi persaingan pasar di tahun 2010. Sementara jika pasar tidak terlalu merespons produk tersebut, maka masih ada waktu untuk berbenah menghadapi persaingan pada tahun depan yang diperkirakan bakal lebih sengit.
“Untuk Xenia Matic, kami keluarkan karena meningkatkan kebutuhan pasar mobil matic saat ini. Kami mencoba memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan mobil matic, namun memiliki anggaran terbatas,” ujar Amelia.
Hal senada juga dikemukakan Direktur Pemasaran TAM, Djoko Trisanyoto. Menurut Djoko, peluncuran produk pada akhir tahun ini murni untuk merespons kebutuhan pasar bukan sekadar mendongkrak penjualan agar target tercapai.
Toyota Avanza Matic bervariasi mulai Rp 142,1 juta hingga Rp 156,55 juta. Sedangkan, Xenia matic dipasarkan mulai Rp 139,7 juta hingga Rp 145,6 juta on the road. Salah satu perbedaan dari versi manual adalah konsumsi bahan bakarnya. Daihatsu mengklaim, Xenia 1.3 Xi Matic membutuhkan 10,2 km per liter, sedangkan manual 11 km per liter.
Terios (SUV), ADM menawarkan model dengan warna putih yang tiap-tiap model hanya diproduksi terbatas 100 unit. Edisi putih tersebut untuk merespons munculnya tren warna putih yang kian digemari akhir-akhir ini, ujar Amelia.
“Setelah dua bulan diluncurkan, kami akan mengevaluasi. Jika peminat warna putih banyak, bisa jadi akan dijadikan warna standar,” tutur Amelia.
Luxio dan Terios Edisi Khusus Putih ini diberi nama sesuai dengan modelnya. Luxio White Primier dan Terios White Cruiser. Masing-masing ditawarkan Rp 157,5 juta untuk Luxio transmisi manual, sementara versi transmisi otomatik Rp 166,5 juta. Untuk Terios manual, mobil itu dihargai Rp 190,3 juta. Adapun, otomatik Rp 200,3 juta.
Lebih lanjut, Amelia mengatakan, warna putih saat ini memberi kesan mewah seakan untuk mengikuti tren di dunia fashion. “Putih memberi kesan mewah, bersih, dan anggun. Warna itu kini semakin banyak peminat,” paparnya.
Pada Terios, eksteriornya dipercantik dengan melapisi beberapa bagian komponen dengan krom. Komponen tersebut adalah bumper grill, ring lampu, dan ujung knalpot (muffler cutter). Tambahan lainnya adalah side body moulding, side visor, sensor mundur, dan stiker Special Edition.
Untuk interior, bagian itu kini dilengkapi dengan head unit 2-DIN berupa TV dan DVD, jam digital, konsol boks depan, dan alarm.
Sedangkan pada Luxio, bagian eksterior ditambahi bumper grill, ring lampu dan ujung knalpot (ketiganya dilapisi krom). Tambahan baru lainnya adalah pelindung bumper depan dan adaptor, front skid plate, over fender, spoiler belakang, pelindung bawah belakang, side body moulding, plus stiker Special Edition. Interior juga ditambahi seperti Luxio, yaitu head unit 2-DIN berupa TV dan DVD player plus alarm.

Gempur Jazz
Sementara itu, produk terbaru PT Mazda Motor Indonesia, Mazda 2 diharapkan mampu mendesak Honda Jazz dan Toyota Yaris di pasar Hatchback. Dengan harga antara Rp 175 juta hingga Rp 200 juta, pihak Mazda yakin bisa tampil mengesankan di pasar mobil nasional.
Mazda 2 hadir mengusung mesin MZR 1,5 liter segaris empat silinder, DOHC 16 valve. ATPM mengklaim bahwa konsumsi bahan bakarnya 1 liter untuk 15,6 km. Dari tampilan luar, mobil ini mengadopsi wajah RX-8. Hal itu diperlihatkan melalui bentuk fender depan dan desain kap mesin. Pada interior, tampilan sporty tercermin pada konsep kabin mobil.
Beberapa fitur keamanan ditawarkan. Sebut saja anti-lock braking system (ABS), electronic brake-force distribution (EBD), dan Mazda Advanced Impact Distribution And Absorption (Maidas).
“Mazda Motor Corp menganggap pasar ASEAN sebagai kawasan penting dalam pengembangan bisnis. Peluncuran produk ini merupakan langkah vital bagi peta kesuksesan Mazda di Indonesia,” ujar Managing Executive Officer and General Manager of Overseas Sales Division Mazda Motor Corp, Yuji Nakamine.

. TOKYO–Produsen mobil Jepang, Suzuki Motor, menyatakan pada Jumat bahwa mereka sepakat untuk menjual sahamnya di CAMI Automotive kepada General Motors Kanada, tanpa merilis nilai atau tanggal transaksi.
“Kami menerima permintaan dari GM bahwa ia berharap untuk membeli saham kami di CAMI. Kami menanggapi itu,” kata seorang juru bicara Suzuki.
Pabrik di Ingersoll, Ontario, adalah usaha 50-50 antara Suzuki dan GM Kanada dan menghasilkan Chevrolet Equinox dan GMC Terrain. GM telah memperbaiki pabrik dan menarik kembali pekerja yang di-PHK untuk memenuhi meningkatnya permintaan kendaraan.
Pabrik tidak menghasilkan apa-apa untuk merek Suzuki, juru bicara berkata. “Kami tidak punya rencana untuk membawa kendaraan Suzuki di sana, sehingga tingkat kebutuhan telah sangat rendah” bagi perusahaan Jepang untuk mempertahankan sahamnya, katanya.
Suzuki akan melanjutkan kerjasama dengan GM pada pengembangan sel bahan bakar dan teknologi lingkungan lainnya, kata perusahaan itu

Sepeda motor bertransmisi otomatis semakin diminati. Sejumlah produsen sepeda motor Jepang pun tertolong dari badai krisis ekonomi berkat sukses mendongkrak penjualan jenis skuter matik alias skutik di pasar Asia Tengara (ASEAN), terutama Indonesia.
Tak heran jika Honda dan Yamaha pun bersaing keras untuk memenangkan pertempuran di kawasan ASEAN dengan mengeluarkan model-model skutik maupun bebek matik alias betik untuk tahun 2010. Secara total, pasar sepeda motor di ASEAN memang sangat menggiurkan. Tahun 2009 ini diperkirakan 10,55 juta unit sepeda motor diserap pasar ASEAN, dan 5,5 juta diantaranya di serap pasar Indonesia.
Raja ASEAN, Honda Motor Co., mengumumkan telah mengembangkan transmisi otomatik baru, yang disebut CV-Matic untuk bertarung di tahun 2010. Sistem tersebut nantinya akan digunakan pada bebek (betik) dan skuter (skutik). Menurut Honda, transmisi otomatik ini benar-benar baru untuk menggantikan transmisi CV (continuously variable) yang selama ini mereka gunakan pada skutik. Pemasangannya pada skutik atau bebek jauh lebih praktis.
Pada skutik, CV-Matic akan dipasang Vario, Vario CBS Techno dan Beat. Sedangkan untuk bebek, harus menggunakan mesin baru karena desain mesinnya sangat berbeda dibandingkan bila dipasangkan dengan CVT .
CV-Matic baru ini, dikembangkan Honda dengan sistem pendingin baru. Sistem ini menggunakan basis teknologi transmisi otomatik motor-motor kecil Honda. Ditambahkan, transmisi CV melindungi drive belt dari suhu tinggi. Hasilnya, daya tahan belt lebih lama, ukurannya lebih kompak karena jarak antar-puli makin pendek.

Tak Mau Kalah
Yamaha pun tak mau kalah. Mereka pun telah mengembangkan Yamaha Compact Automatic Transmission atau YCAT untuk sepeda motor matic yang bakal mereka pasarkan tahun 2010 nanti. Untuk memenangkan perlombaan di pasar ASEAN, Yamaha akan menjadikan Vietnam sebagai gong pemasaran mereka.
Sebenarnya, kedua produsen menggunakan CVT yang sama dasarnya meski nama teknologi yang mereka usung berbeda. Langsung disatukan pada mesin atau menggantikan tempat transmisi manual yang digunakan pada motor bebek saat ini. di crank case atau bak engkol.
Penyatuan CVT baru pada bak oli dapat dilakukan kerena dimensinya lebih kompak dan pemasangan komponen yang lebih padat. Bandingkan dengan CVT skutik atau bebek Nouvo Yamaha yang sudah menggunakan transmisi ini. Menyita banyak ruang dan tempat.
Keinginan produsen Honda dan Yamaha memasang CVT pada bebek, karena di Asean pasarnya masih besar, yaitu 60 persen. Dengan menggunakan CVT pada bebek dengan mesin 100-125 cc, motor masih bisa menggunakan ban 17 inci. Bandingkan dengan skutik, hanya 13 inci.

Kompak & Padat
CVT bak engkol ini bisa dibuat lebih kecil dibandingkan versi konvensional, karena beltnya langsung dipasangkan pada poros engkol. Jarak antar-puli atau cakran lebih dekat. Selanjutnya, untuk memindahkan tenaga ke roda, digunakan rantai, seperti pada motor bebek sekarang ini. Hanya tempat transmisi sekarang ini diisi oleh CVT.

Karena berada di dalam bak oli dan mudah dipengaruhi suhu panas mesin, bahan untuk belt diganti. Bila sekarang menggunakan karet, versi terbaru dari resin plastik tahan panas. Di samping itu, ditambahkan pula pendingin, dengan cara menghisap udara luar melalui kipas yang dipasang menyatu pada cakra CVT di poros engkol.

Menurut Yamaha, dengan mesin yang lebih kompak, bebek baru bisa dieksploitasi dengan bebas untuk menggabungkan berbagai fungsi. Ditambahkan, jarak kedua puli, yaitu primer (dekat mesin) dan sekunder (untuk rantai) hanya 40 pesen dari jarak CVT konvensional. Belt lebih pendek sekitar 60 pesen dengan efisiensi tenaga 20 persen lebih besar dibandingkan versi karet.

Belt Elastis
Bahan belt sifatnya sangat elastis. Belt terdiri dari 166 blok resin plastik tahan panas dengan penampang berbentuk“H”. Bagian dibuat dari serat aramid berlapis karet.
Blok resin plastik menekan puli dengan kuat sementara bagian tengahnya membentuk kekuatan untuk meneruskan tenaga mesin. Klaim lain dari Yamaha, juga membantu mengiri konsumsi bahan bakar.
Belt dilengkapi dengan pendingin untuk mempertahankan kinerja saat bekerja pada beban berat atau kecepatan tinggi. Sedangkan puli sisi mesin dibuat aluminium cor. Sisi mesin malah dilapisi krom untuk memastikannya punya daya tahan tinggi.
Hebatnya lagi, lapisan krom dikerjakan secara presisi dengan ukuran sampai mikron. Puli bagian rantai dibuat dari baja anti karat alias stainless steel. Targetnya, agar punya daya tahan tinggi.
Siapa yang bakal memenangkan pertempuran? Kita tunggu saja!

Mobil buatan Indonesia. Menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Pastinya lebih murah toh….

Beberapa waktu lalu, penulis berkesempatan untuk menjajal generasi keenam BMW seri 5 bersama sejumlah rekan wartawan. Melihat tampangnya, BMW 530i yang kini sudah dirakit di Indonesia itu jauh lebih bongsor, namun tampak lebih ringan dibanding generasi sebelumnya.
Tampilan depannya seperti lampu depan yang menyerupai mata elang tampak lebih eksentrik dibandingkan generasi sebelumnya. Secara umum, mobil ini terasa lebih elegan dengan dimensi jarak kedua sumbu roda lebih panjang dan dinamis.
Sementara itu, dimensi tingginya terlihat rendah sehingga terkesan agak ceper. Kesan eksotik itu diperkuat oleh material ringan yang membalut tubuh mobil ini.
BMW seri 5 menggunakan suspensi kinematik active rear dengan kemampuan stabilitas yang lebih baik sehingga kondisi kabin tetap nyaman meski melewati aspal beton Tol Cipularang yang tidak mulus. Itu tak lain karena digunakannya generasi terbaru electronic damper control (EDC) yang membuat roda mobil lebih stabil.
Saat menjajalnya, langsung terasa performa mesin 3.000 cc, 8 silinder dalam konfigurasi V (V8). Tenaga maksimum sebesar 272 PK pada 6.700 rpm dan torsi maksimum sebesar 320 Nm pada 2.750 rpm, membuat 530i sanggup melesat sampai kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti dalam waktu 6,3 detik. Kecepatan maksimumnya sendiri dibatasi secara elektronis pada 250 kilometer per jam. Dan, dengan teknologi BMW efficient dynamics konsumsi bahan bakarnya 1:8,7 kilometer, atau 1 liter bahan bakar untuk menempuh perjalanan sejauh 8,7 kilometer.
Setelah tuas persneling dipindahkan dari huruf P (parking) ke D (drive) dan kaki dipindahkan dari pedal rem ke pedal gas, 750Li langsung melesat. Saat melintasi Tol Cipularang yang agak sepi, SP menggenjot kecepatan hingga tak terasa angka speedometer menunjukkan angka 180 km per jam. Penggunaan turbocharger membuat 530i seperti terlontar ke depan ketika pengendara melakukan kick down (menginjak pedal gas dalam-dalam) dan jarum tachometer menyentuh angka 2.500 rpm. Tak terasa angka kecepatan menunjukkan 160 kilometer per jam.
Seperti halnya pada BMW X5 terbaru, BMW Seri 5 terbaru ini juga memiliki peranti perpindahan gigi elektronis pada joystick yang didesain elegan. Dengan begitu, perpindahan gigi menjadi sangat mudah dan menyenangkan. Joystick yang elegan sendiri juga dibuat menarik yang tak hanya memberi sentuhan keindahan menyeluruh dalam kabin, tetapi juga menyenangkan dan aman untuk digenggam dalam berbagai situasi berkendara.
Kombinasi gigi pada BMW Seri 5 sama dengan pola transmisi otomatis konvensional. Transmisi otomatis enam percepatan sanggup menghasilkan respons spontan hanya dengan sentuhan ringan pada pedal gas. Dengan begitu, perpindahan gigi berlangsung lincah dan efisien. Sistem perindahan gigi pada BMW Seri 5 terbaru berlangsung lebih cepat 40 persen dari transmisi otomatis konvensional.
BMW Serie 5 terbaru itu juga dilengkapi dengan fitur untuk melihat di kegelapan malam (night vision system) terbaru, yang dilengkapi dengan pengenalan pejalan kaki. Sistem ini juga akan memberi tahu pengendara jika ada orang yang berjalan menuju lajur yang akan dilintasi mobil tersebut.
BMW 530i rakitan dalam negeri itu juga dilengkapi dengan fitur lane-change warning dan lane-departure warning, yang akan menggetarkan setir secara halus apabila mobil bergerak keluar dari lajur yang seharusnya dilalui.

[30 Oktober 2009]
Isu mengenai rencana digantinya mobil dinas untuk para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II terus bergulir. Namun, hingga kini pemerintah belum memutuskan jenis mobil apa yang akan digunakan para pembantu presiden itu. Pihak Toyota Astra Motor (TAM) yang menjadi agen tunggal pemegang merek Toyota di Indonesia pun enggan berkomentar mengenai isu ini.

Awalnya, diributkan jenis mobil yang bakal digunakan para menteri itu adalah Toyota Crown Majesta yang sekelas dengan BMW seri 7 dan Merecedes Benz S-Class. Tersedia dua varian untuk mobil yang harganya mencapai Rp 1,8 miliar itu, yakni varian bermesin 3UZ-FE berkapasitas 4.300 cc berpenggerak dua roda atau 4×2 dan varian bermesin 1UR-FSE V8 berkapasitas 4.600 cc berpenggerak empat roda atau 4×4. Kedua varian itu masing-masing menggunakan transmisi 6 percepatan otomatis dan 8-speed otomatis.
Belum tuntas kebenaran isu tersebut, kini muncul lagi kabar bahwa pihak TAM sudah mempersiapkan jenis Toyota Crown Saloon bermesin 2.998 cc. Kabar itu muncul dari pejabat Departemen Perindustrian (Depperin) bahwa TAM sudah memperoleh tanda pendaftaran tipe kendaraan bermotor (TPT) Nomor 1027/IATT/TPT/2009 untuk mengirim 150 Toyota Corwn Royal Saloon ke Indonesia dari Jepang.
Berapa harga mobil ini? Harga di Jepang, mobil tersebut dibanderol seharga sekitar Rp 572 juta. Setelah ditambah berbagai macam pajak, harga resmi mobil ini di Indonesia sekitar Rp 1,06 miliar, atau sebanding dengan harga Merecedes Benz E 300 Elegance.
Namun, saat penulis mengonfirmasi hal itu ke Presiden Direktur TAM, Johny Darmawan, ia belum bersedia berkomentar mengenai kepastian kabar tersebut. Menurut Johny, pihaknya baru bisa memberi kepastian jenis dan varian mobil para menteri pada akhir November nanti.
“Tolonglah jangan dulu membicarakan masalah ini. Kami belum memperoleh kepastian dari pemerintah, mobil apa yang bakal digunakan oleh menteri KIB II. Jadi mohon bersabar,” ujar Johny singkat.
Menurut Johny, pemerintah tentunya akan memperhatikan reaksi publik mengenai isu ini. Bisa jadi pemerintah kembali menggunakan Toyota Camry, bisa juga jenis yang lain. “Jadi semuanya belum pasti,” tambahnya.
Seperti apakah Toyota Crown Majesta dan Toyota Crown Saloon? Apakah perbedaan di antara keduanya? Keluarga Crown sebetulnya terdiri dari lima varian, kasta paling tinggi adalah Century diikuti Majesta, Crown Athlete, Royal, dan Standar Sedan. Toyota Crown Athlete adalah sedan mewah dengan penampilan sporty. Di Indonesia Toyota Crown sudah dikenal sejak tahun 1970-an, yang belakangan juga digunakan untuk taksi mewah Silverbird.

Jenis Majesta
Sejarah mobil sedan Toyota Crown sendiri muncul pertama kali tahun 1955. Akan tetapi, nama Crown Majesta sendiri baru digunakan pada tahun 1991 untuk mengadang BMW Seri 7, Mercedes-Benz S-Class, ataupun Hyundai Equus. Saat itu, Toyota menghadirkan dua varian mesin untuk Majesta, yakni 3.0 Liter 2JZ-GE dan 4.0 Liter 1UZ-FE V8 yang keduanya dicomot dari varian Lexus, masing-masing Lexus GS dan Lexus LS400.
Crown Majesta yang ada saat ini merupakan generasi ke-13 yang diluncurkan pertama kali Maret 2009 lalu.
Toyota menjuluki mobil ini sedan full-size premium luxury, menggunakan teknologi VVT-i elektronik (VVT-iE) untuk meningkatkan performa dan efisiensi bahan bakar mesinnya. Untuk yang 4,6 liter mampu menghasilkan tenaga maksimum 347 ps pada 6.400 rpm dan torsi 460 Nm di 4.100 rpm.
Dari sisi kenyamanan, jangan tanyakan pada sedan mewah ini. Seperangkat peranti hiburan, keselamatan, dan panel indikator lainnya berjejalan di kabin Majesta. Pada setir, misalnya pengemudi bisa mengatur tampilan layar monitor yang menampilkan indikator kinerja mesin, pemakaian bahan bakar, hingga mode Eco Zone yang memungkinkan Majesta lebih ramah lingkungan.
Lantas, ada juga perangkat GPS yang menampilkan peta-peta secara interaktif. Hebatnya, perangkat yang juga memaparkan informasi rambu-rambu ini terhubung dengan sistem rem dan akselerasi serta perangkat keselamatan aktif mobil. Sehingga apabila mobil melewati lampu merah, maka otomatis rem akan berfungsi saat pengemudi telat menginjak rem.
Ada pula berbagai perangkat hiburan, baik untuk penumpang jok depan maupun baris kedua. Semuanya disajikan secara terpisah agar penumpang belakang yang ingin menikmati hiburan tidak terganggu dengan gerak si sopir.
Untuk menambah kenyamanan, Toyota menggunakan sistem suspensi udara hidrolik di semua kaki-kaki Majesta. Asiknya, ketinggian dan tingkat kekerasan suspensi udara tersebut bisa diatur melalui tombol-tombol yang ada di panel indikator kabin.
Sekujur bodi mobil juga dibuat lebih mampu meredam suara bising dari luar yang masuk ke dalam kabin. Selain itu, struktur bodi juga dibuat lebih presisi untuk menghindar benturan fatal ketika terjadi kecelakaan, baik dari samping, depan, maupun belakang. Ini belum termasuk 10 air bag yang tersedia di sekujur kabin Majesta.

Jenis Saloon
Lalu, bagaimana dengan Toyota Crown Saloon? Yang jelas Crown Royal Saloon ini tak semahal dan semewah Crown Majesta. Toyota Crown Royal Saloon ini sekelas dengan BMW Seri-5 (530), Mercedes E-Class, Audi A6 (dari Jerman).
Menilik spesifikasi tertinggi dari Crown Royal, Jenis keluaran tahun 2009 dilengkapi dilengkapi dengan sistem navigasi satelit 3D yang dikendalikan oleh G-BOOK. Ini fitur khas yang hanya dimiliki Crown. Dengan fitur tersebut, peredaman suspensi bekerja secara otomatis sesuai dengan kondisi permukaan jalan. Misalnya, jika ada lubang atau polisi tidur, peredam suspensi akan berubah. Begitu juga ketika membelok. Pengemudi tak perlu repot menekan tombol. Inilah kehebatan teknologinya yang disebut Toyota dengan VDIM (Vehicle Dynamics Integrated Management).
Bahkan, perpindahan gigi bisa diatur sendiri. Komputer mobil akan mengaktifkan efek pengereman mesin ketika mendekati gerbang tol. Radar yang digunakannya sangat presisi, dan bisa mengukur sampai ke tingkat milimeter. Konsumsi bahan bakarnya, klaim Toyota 11,8 km/liter.
Seperti halnya BMW dan Mercedes Benz, Crown juga dilengkapi teknologi night vision yang mendeteksi pejalan kaki melalui kamera inframerah jarak dekat. Tambahan lain adalah alat bantu parkir yang cerdas untuk memudahkan pengemudi parkir dengan berbagai posisi.

Tulisan Sebelumnya »